Mengenal Syekh Mahmud Khalil Al-Husarry

Sharing is caring!

Syekh Mahmud Khalil al-Husary

Ia dilahirkan di sebuah desa bernama Shobra al-Namla di Tanta, Mesir pada tahun 1917. Mahmud memasuki Sekolah Al Qur’an pada usia empat. Pada 8, ia sudah hafal seluruh Al Qur’an dan di 12, ia masuk ke lembaga agama dan belajar sepuluh qira’aat (tilawah) di Universitas al-Azhar.

Ketika ia berusia dua puluh lima tahun ia pergi ke Tanta dan membuktikan dirinya sebagai seorang pembaca. Dia adalah qari di masjid Ahmadi terkenal di sana. Sepuluh tahun kemudian, pada 1944, ia pindah ke Kairo dan masuk stasiun radio resmi sebagai qari di mana ia membuat pembacaan pertama pada tanggal 16 Februari 1944. Pada tanggal 7 Agustus 1948, ia dinominasikan Mu’adhin Masjid Hamza Sidi dan kemudian sebuah qari di masjid yang sama. Dia juga mengawasi pusat-pusat bacaan provinsi al-Gharbia.

Pada tahun 1949, Mahmoud Khalil al-Husary diangkat qari dari Sidi Ahmed al-Badaoui dari Tanta, Masjid al-Ahmadi dan kemudian dari Masjid al-Imam al-Hussein di Kairo oleh 1.955.

Di Kairo, sheikh al-Husary juga belajar di Universitas al-Azhar: ia adalah seorang sarjana agama terkenal dan penulis banyak buku tentang berbagai aspek Al Qur’an. Dia juga terlibat dalam Azhari pencetakan terbaru dari teks Al-Quran. statusnya sebagai qari agak resmi: ia memegang gelar Syekh al-Maqâri (Scholar dari reciters), dan opininya yang sering diminta dan dikutip oleh media. Dia juga disertai rektor al-Azhar di perjalanan dan diundang untuk berpartisipasi dalam Dunia Islam festival di London (1976).

mahmoud khalil al hussarry
mahmud khalil al hussarry

rekaman Syaikh al-Husary secara luas didistribusikan di luar Mesir. Sebagai salah satu dari empat reciters peringkat teratas di Mesir, ia mencatat teks Al-Quran lengkap di kedua gaya bacaan, murattal (tartiil) dan mujawwad (tajwid) dan adalah yang pertama untuk merekam dan menyiarkan gaya murattal. Syaikh al-Husary dikenal atas kebenaran bacaannya (tajwid). Anaknya juga membacakan profesional.

Mahmoud Khalil al-Husary adalah salah satu reciters paling terhormat waktunya. Sebuah serial, “Imam Al Moqr’ine”, yang dibintangi Hassan Youssef, didedikasikan untuk hidup dan pertunjukan al-Husary ini.

bacaan al-Husary ini digunakan untuk semua tilawah Al-Qur’an di seluruh dunia.

Sampai sekarang suara beliau kita dengar setiap harinya biasanya menjelang azan sholat 5waktu. Berikut 3 lantunan tartil yg todak asing di telinga kita:

Semoga karya beliau menjadi menjadi amalan yang diterima oleh Allah swt
Amiiinn…