5 Keunikan dan Fakta Tentang Idul Adha 2016

Sharing is caring!

sapi qurban

1. Disebut juga sebagai Idul Qurban atau Idul Kabir

Selain dikenal dengan nama Idul Adha, perayaan Muslim yang digelar setahun sekali ini juga disebut sebagai Idul Qurban ataupun Idul Kabir. Kadang kala di Indonesia dikenal dengan istilah “Lebaran Haji”.
Perayaan ini bermula ketika Allah memberi perintah kepada Nabi Ibrahim untuk mengorbankan putranya yang paling disayangi, Ismail. Ternyata Allah hanya menguji iman Nabi Ibrahim saja. Setelahnya, Allah memerintahkan Ibrahim untuk mengorbankan seekor domba menggantikan Ismail.
Itulah sejarah awal mula dilakukannya qurban pada saat Idul Adha.

2. Dilakukan di bulan Zulhijjah

Perayaan ini dilakukan pada tanggal 10 bulan Zulhijjah, yaitu bulan ke-12 di penanggalan kalender Muslim. Karena kita sekarang menggunakan kalender Grogoriana maka Idul Adha biasanya akan berubah sekitar 11 hari dari tanggal tahun sebelumnya.

3. Tradisi untuk melaksanakan ibadah haji

Sebagaimana sudah disebutkan di poin sebelumnya, Idul Adha dikenal juga dengan istilah Lebaran Haji. Ini karena sebagian besar umat Muslim melaksanakan ibadah haji di bulan ini. Ada banyak keluarga yang berangkat ke Mekkah dan diharapkan nantinya mereka bisa menjadi seorang haji yang beramal baik dan soleh. Amin.
Kalau kamu memang sanggup, yuk, mari menunaikan ibadah haji apabila berkesempatan.

4. Penyembelihan hewan qurban

Sesuai dengan tujuan Hari Raya Idul Adha sendiri maka sudah tak asing lagi ada prosesi penyembelihan hewan qurban. Biasanya hewan yang dikurbankan adalah domba atau kambig, kerbau ataupun sapi dan bisa juga unta. Di Indonesia paling umum adalah hewan kambing ataupun sapi. Meski demikian tidak menutup kemungkinan kamu bisa berkurban hewan unta pula.

Coba cek situs Bukalapak.com di bagian penjualan qurban. Di sana ada beragam hewan ditawarkan, termasuk sapi Gaza dan bahkan unta. Selain itu, kamu bisa berbelanja hewan qurban dengan cara lebih praktis, bukan?

5. Kesempatan bersilahturahmi

Dengan memberikan qurban kepada yang membutuhkan, kegiatan ini bisa jadi kesempatan untuk silahturahmi dengan banyak orang – khususnya para tetangga kita. Di sebagian daerah bahkan punya tradisi tertentu, yaitu pulang kampong untuk kembali bertemu dengan anggota keluarga. Tak jarang kesempatan ini digunakan sebagai momen untuk saling mengunjungi. Bukan hanya menikmati hewan qurban tetapi juga menikmati beragam hidangan menarik andalan keluarga. Contohnya opor ayam, pecel, soto dan lainnya. Hmmm, jadi lapar, ya!

Jangan lupa untuk sholad ‘Ied terlebih dahulu, ya! Kemeriahan Idul Adha tentu tak boleh menggantikan nilai ibadah yang sesungguhnya. Jadi, lakukanlah sesuai dengan apa yang sudah Allah berikan melalui hukum yang ada. Dengan begitu, Insya Allah, ibadah kita akan semakin bermakna dan kita makin taqwa pada Sang Pencipta. Pahala semakin bertambah. Kita pun makin dekat dengan keluarga dan banyak orang sekitar kita.